Syamsul Asinar
South Sumatra Enterprise Development Consultant
CIFOR-ICRAF Indonesia

Di wilayah gambut Kabupaten Banyuasin, ketahanan pangan menjadi tantangan yang erat dengan kondisi kerentanan iklim. CIFOR-ICRAF Indonesia, melalui riset-aksi Land4Lives, merespons tantangan ini dengan memperkuat praktik pangan berbasis komunitas dan membangun kapasitas masyarakat agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui berbagai praktik yang melibatkan perempuan dan generasi muda, termasuk melalui institusi lokal seperti pesantren.
Salah satunya adalah Food Always in the Home (FAITH), pelatihan pertanian pangan kepada generasi muda dengan prinsip pertanian cerdas iklim. FAITH merupakan hasil kerja sama CIFOR-ICRAF Indonesia dengan Kibo Alliance, organisasi nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan perlindungan lingkungan.
“FAITH merupakan konsep kemandirian pangan dengan pendekatan pertanian cerdas iklim yang bisa diterapkan mulai dari tingkat rumah tangga hingga komunitas, termasuk sekolah dan pondok pesantren dengan santri yang tinggal di asrama,” kata David Susanto, Provincial Coordinator CIFOR-ICRAF Indonesia di Sumatera Selatan.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut menempatkan perempuan dan generasi muda sebagai aktor kunci dalam menerjemahkan agenda ketahanan iklim dan pangan ke tingkat tapak. Hal ini merupakan salah satu fokus riset-aksi Land4Lives, yang dilaksanakan CIFOR-ICRAF Indonesia dengan dukungan pemerintah Kanada.
Upaya ini juga sejalan dengan agenda Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong Sumsel Mandiri Pangan, terutama melalui penguatan kapasitas komunitas dan pemanfaatan sumber daya lokal.
FAITH dilaksanakan dari tanggal 7-9 Februari di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah, Kabupaten Banyuasin, dan diikuti 90 santri. Kegiatan ini melibatkan petani terampil dan komunitas perempuan penggerak kebun dapur dari dua desa pilot Land4Lives, Ganesa Mukti dan Daya Murni. Mereka adalah tim pengelola Tapak Percontohan Pertanian Cerdas Iklim (TP2CI) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi.
Pengetahuan berbasis pengalaman petani menjadi modal dasar yang dapat ditularkan kepada petani lain maupun generasi muda yang berminat di sektor pertanian. Para santri mendapat pembekalan dasar pertanian cerdas iklim untuk komoditas tanaman pangan dan sayuran.
Setelah dibekali dengan pengetahuan, para santri diajak untuk membangun kebun pangan berbasis komoditas. Hasilnya, telah terbangun cikal kebun pangan di Ponpes Al Khoiriyah yang ditanami beragam jenis sayur-sayuran dan tanaman umbi-umbian.

"Masa depan kemandirian pangan sangat bergantung pada generasi muda. FAITH menjadi ikhtiar awal untuk membangun kemandirian pangan. Kita harapkan akan banyak yang mereplikasi konsep ini," terang Yesi Lismawati, ketua komunitas Wikipangan Sumatera Selatan yang juga terlibat sebagai pendamping dalam pelaksanaan kegiatan FAITH.
Yesi menambahkan, penguatan kemandirian pangan di tingkat komunitas ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya Sumatera Selatan menuju kemandirian pangan.
Gagasan FAITH disambut baik oleh Pondok Pesantren Al Khoiriyah di desa Timbul Jaya Kec. Muara Sugihan, Banyuasin. Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah Al Khoiriyah Muhammad Gufron mencanangkan kebun pangan untuk mendukung kebutuhan para santri sehari-hari.
Gufron menjelaskan bahwa setiap hari pesantren harus menyiapkan 1200 porsi untuk sarapan dan makan malam bagi 600 santri yang menginap di asrama. Untuk memenuhi kebutuhan sayur dan lauk pauk, selama ini pihak Ponpes memesan kepada pedagang dari pasar induk Jakabaring. Namun, pasokan lokal kadang tidak bisa memenuhi permintaan secara teratur dan berkelanjutan.
"Konsep FAITH yang diusung ICRAF tidak hanya akan mendukung kemandiran pangan berbasis komunitas pesantren. Konsep ini juga selaras dengan program santripreneur yang sedang kita rintis,” kata Gufron.

Ia menerangkan, salah satu aktivitas dalam program santripreneur ialah mengajarkan santri untuk berwirausaha di sektor pertanian.
Inisiatif seperti ini memperlihatkan potensi pesantren sebagai salah satu simpul ketahanan pangan lokal, yang relevan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong Sumsel Mandiri Pangan dari tingkat komunitas.
Kolaborasi Land4Lives dan Kibo Alliance berfokus pada pengembangan sumber penghidupan alternatif bagi komunitas perempuan dan generasi muda di ekosistem gambut Kabupaten Banyuasin. Pendekatan ini tidak hanya diwujudkan melalui FAITH, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan usaha ekonomi lokal, termasuk penyaluran mesin penepung bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Ganesha Mukti.

Koordinator CIFOR-ICRAF di Sumatera Selatan David Susanto menyebut dukungan Kibo Alliance sebagai bentuk pembiayaan inovatif untuk membangun penghidupan tangguh iklim dan ketahanan pangan di tingkat desa.
"Kita kemas kolaborasi ini dalam kegiatan peningkatan kapasitas kelompok usaha perempuan dan penyebarluasan pengetahuan dan praktik pertanian cerdas iklim kepada petani perempuan dan generasi muda di Kecamatan Muara Sugihan,” ujarnya.
FAITH adalah contoh bagaimana pendekatan Land4Lives diterjemahkan di tingkat tapak: memperkuat penghidupan perempuan dan generasi muda, sekaligus mengurangi kerentanan pangan di wilayah gambut yang rentan iklim. Praktik-praktik seperti ini memperlihatkan bagaimana agenda Sumsel Mandiri Pangan dapat dibangun dari desa, komunitas, dan institusi lokal. []
Editor: Pijar Anugerah