Blog

Satu Meja untuk Gambut: Forum Kolaborasi Mulai Bergerak di Banyuasin

Pemerintah Kabupaten Banyuasin resmi membentuk Forum Kolaborasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuasin yang ditetapkan pada 6 Juli 2026. Forum ini menjadi wadah koordinasi formal pertama bagi para pihak yang selama ini mengelola ekosistem gambut di kabupaten dengan luas lahan gambut terbesar kedua di Sumatera Selatan tersebut.

Selengkapnya

Bone Sepakati Pengelolaan Berbasis Lanskap dalam Rencana IAD Berbasis Perhutanan Sosial

Sekitar 60 peserta perwakilan unsur pemerintah, kelompok usaha perhutanan sosial, akademisi, dan sektor swasta di Kabupaten Bone menyepakati langkah bersama dalam pengelolaan lanskap di kabupaten tersebut, menandai satu tahap penting dalam proses penyusunan rencana Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan sosial.

Selengkapnya

IYB: Raih Grade B, Bone Jadi Rujukan Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan di Sulsel

Sekitar 60 peserta dari unsur pemerintah provinsi dan kabupaten, akademisi, asosiasi petani, serta mitra pembangunan di Sulawesi Selatan menghadiri sosialisasi hasil uji coba Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) di Kabupaten Bone, yang berlangsung di Ruang Rapat Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (14/7). Hasil penilaian menunjukkan Bone mencatatkan skor yang termasuk Grade B, menjadikannya salah satu kabupaten dengan kesiapan tata kelola perkebunan berkelanjutan yang menonjol di provinsi ini.

Selengkapnya

Mulok Pangan Lokal: Ketika Jagung Bose dan Se’i Sapi Masuk Ruang Kelas di Timor Tengah Selatan

Setiap Kamis, suasana kelas 6A SD GMIT 01 Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, berubah dari ruang belajar biasa menjadi dapur bersama. Murid-murid dibagi ke dalam kelompok, sebagian menumbuk jagung putih di lesung, sebagian lain memilah sayuran atau menyiapkan daging sapi untuk dipanggang. Hari itu mereka belajar membuat tiga hidangan khas Timor: jagung bose, se'i sapi, dan sambal luat. Semua dikerjakan dengan peralatan tradisional seperti lesung, nyiru, dan tungku kayu.

Selengkapnya

Cerita Pangan Lokal di Ruang Kelas: Menyemai Gizi dan Ketahanan Iklim Generasi Muda

Bagi Pak Erwin, Ibu Erwina, dan Ibu Resky, pangan lokal bukan sekadar slogan. Menyantap ubi dari kebun pekarangan, memetik sayur dan buah langsung dari pohonnya, memasak ikan segar yang baru ditangkap dari sungai, adalah bagian dari masa kecil mereka. Namun, bagi sebagian murid mereka, pengalaman itu terasa asing—perlahan-lahan tergeser oleh makanan instan dan produk olahan. Kini, lewat ruang kelas dan halaman sekolah, anak-anak belajar bahwa pangan lokal adalah bagian penting dalam hidup mereka.

Selengkapnya

IYB: Rapor keberlanjutan untuk 514 kabupaten di Indonesia

Indonesia sekarang punya alat ukur untuk menilai kinerja setiap kabupaten dalam mengelola lahan, hutan, dan beberapa komoditas pertanian unggulan secara berkelanjutan. Kabupaten dengan kinerja baik bisa lebih mudah mengakses investasi hijau dan pasar komoditas internasional, sementara kabupaten yang tertinggal punya peta jalan yang jelas untuk berbenah.

Selengkapnya

Land4Lives dukung pengelolaan DAS terpadu untuk ketahanan iklim di NTT

Land4Lives menjembatani sains, kebijakan, dan praktik lapangan untuk kebijakan pengelolaan DAS yang inklusif dan mendukung ketahanan iklim serta penghidupan masyarakat.

Selengkapnya

Kolaborasi CIFOR-ICRAF dan DP3A Bone untuk wujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim dan ketidakadilan gender. Ketika terjadi krisis pangan, penurunan produktivitas pertanian, atau tekanan ekologis, beban sosial dan ekonomi sering kali lebih berat mereka tanggung. Karena itu, mendukung kebijakan dan praktik pembangunan yang responsif gender menjadi salah satu pendekatan penting CIFOR-ICRAF dalam riset-aksi Land4Lives.

Selengkapnya

Melalui inisiatif FAITH, Land4Lives perkuat ketahanan pangan komunitas gambut

Di wilayah gambut Kabupaten Banyuasin, ketahanan pangan menjadi tantangan yang erat dengan kondisi kerentanan iklim. CIFOR-ICRAF Indonesia, melalui riset-aksi Land4Lives, merespons tantangan ini dengan memperkuat praktik pangan berbasis komunitas dan membangun kapasitas masyarakat agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Pendekatan tersebut diterjemahkan melalui berbagai praktik yang melibatkan perempuan dan generasi muda, termasuk melalui institusi lokal seperti pesantren.

Selengkapnya