January 19, 2026

Empat desa percontohan Land4Lives raih penghargaan Proklim tahun 2025

Kegiatan Pertanian Cerdas Iklim (PCI) bersama Land4Lives di desa Daya Murni, Kabupaten Banyuasin.

Dinnar Diandra Anugera Tejamulyawan
Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, IPB University
Intern CIFOR-ICRAF Indonesia


Empat desa di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, meraih Piagam Partisipasi Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) tingkat Madya Tahun 2025. Empat desa tersebut adalah Desa Daya Murni (Kec. Muara Sugihan), Desa Ganesha Mukti (Kec. Muara Sugihan), Desa Pelaju (Kec. Rambutan), dan Desa Timbul Jaya (Kec. Muara Sugihan). Keempatnya merupakan desa percontohan proyek riset-aksi Land4Lives, yang dilaksanakan oleh CIFOR-ICRAF Indonesia dengan dukungan pemerintah Kanada. 

Proklim tingkat Madya diberikan kepada komunitas atau desa yang menerapkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terstruktur. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan aksi. Ruang lingkup yang menjadi parameter penilaian Proklim meliputi kegiatan adaptasi perubahan iklim, kegiatan mitigasi perubahan iklim, serta kelembagaan masyarakat dan dukungan keberlanjutan.

Capaian ini merupakan hasil sinergi antara masyarakat desa, pemerintah daerah, dan CIFOR-ICRAF sebagai mitra pendamping dalam mendorong adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat secara kolektif. Staf lapangan CIFOR-ICRAF mendampingi masyarakat di desa melalui berbagai macam kegiatan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas.

Melalui Land4Lives, CIFOR-ICRAF mendukung proklim di keempat desa melalui penerapan praktik Pertanian Cerdas Iklim. Masyarakat dibantu memahami pola tanam yang adaptif dan diperkenalkan pada kalender iklim agar mampu mengelola tata air secara optimal. Upaya ini dalam rangka meningkatkan ketahanan pertanian dari dampak perubahan iklim.

CIFOR-ICRAF juga mengajak masyarakat desa untuk membangun kebun dapur, inisiatif yang selaras dengan kebijakan “Gerakan Sumsel Mandiri Pangan” Pemprov Sumatera Selatan. Kebun dapur dibangun dengan maksud membantu penyediaan pangan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus membuka potensinya yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi ketika hasil panen berlebih.

Bentuk pendampingan lainnya ialah pengembangan kebun belajar agroforestri cerdas iklim. Kebun belajar adalah tempat petani menerapkan, dan menguji coba, prinsip-prinsip pertanian cerdas iklim seperti pembuatan pupuk kompos, pengaturan pola tanam, dan pembuatan bibit tanaman unggul. CIFOR-ICRAF berharap praktik ini dapat menginspirasi para petani di desa dalam menerapkan praktik agroforestri yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Sebagai bentuk dukungan terhadap hasil pertanian, CIFOR-ICRAF juga turut mendukung pengembangan bisnis kelompok usaha agroforestri dengan mendorong diversifikasi hasil panen agar masyarakat tidak bergantung hanya pada satu komoditas pangan. Menurut CIFOR-ICRAF, diversifikasi tersebut penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat.

Pengakuan

Menurut Staf lapangan CIFOR-ICRAF di Sumatera Selatan Anugerah Yuliadi, Proklim adalah bentuk pengakuan atas peran individu, kelompok, dan komunitas dalam mengatasi perubahan iklim melalui aksi-aksi kolektif. Peran inilah yang berusaha dikuatkan oleh riset-aksi Land4Lives melalui kegiatan di tingkat tapak, lanskap, dan provinsi.

“Sebenarnya sudah banyak masyarakat desa yang telah melakukan praktik adaptasi dan mitigasi perubahan iklim namun belum menyadari bahwa kegiatan tersebut telah memenuhi kriteria Proklim,” kata Anugerah.

Ia menekankan bahwa capaian ini tidak lepas dari peran besar para pendamping desa. CIFOR-ICRAF berperan sebagai penghubung antara desa dengan dinas, OPD, serta lembaga pemerintahan lainnya. 

Anugerah pun menjelaskan bahwa langkah selanjutnya setelah capaian Proklim Madya ini adalah membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. 

“Ke depannya, kami akan mencoba mencari mitra atau pihak swasta yang dapat melakukan pendampingan lebih lanjut sehingga masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk semakin berkembang” ujarnya. 

CIFOR-ICRAF berharap semua desa mitra Land4Lives dapat meraih penghargaan Proklim, dan menginspirasi desa-desa lain di Indonesia untuk terlibat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim — tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tapi langkah konkret menuju penghidupan yang lebih baik. []