Lokakarya Konsultasi Publik Menuju Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Kabupaten Timor Tengah Selatan

Soe, 29 Agustus 2025

Pengantar


Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bermitra dengan World Agroforestry (ICRAF) dan dukungan Global Affairs Canada (GAC) sedang menjalankan program bertajuk Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives). Land4Lives bertujuan memberdayakan komunitas rentan, terutama perempuan dan anak perempuan, dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengambilan keputusan lingkungan dan komunitas yang aktif. Program ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup, ketahanan pangan, mata pencaharian, dan ekonomi lokal yang tahan iklim, khususnya bagi kelompok rentan di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, tiga paket kerja telah dirancang dan diharapkan dapat terlaksana dengan baik, yakni melalui: (1) penguatan tata guna lahan dan pembuatan kebijakan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang menguntungkan masyarakat miskin dan rentan di provinsi-provinsi terpilih di Indonesia dan mengurangi emisi dari LULUCF, (2) perbaikan pengelolaan bentang lahan oleh parapihak (pengelola dan pengguna lahan) dalam menjaga fungsi dan jasa lingkungan untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, baik kaum wanita maupun pria, pada bentang lahan yang merupakan fokus proyek, dan (3) peningkatan mata pencaharian yang tahan terhadap iklim dan ketahanan pangan bagi masyarakat miskin dan rentan, terutama perempuan. 

Berdasarkan hal tersebut diatas, di Kabupaten Timor Tengah Selatan pada 29 Desember 2023 lalu telah dibentuk 3 Gugus Tugas Pokja Lahan untuk Kehidupan (Land4Lives), yaitu Gugus Tugas Tata Kelola Bentang Lahan, Kemitraan dan Kerjasama Multi Pihak, serta Pangan dan Gizi yang memiliki Visi “Terwujudnya bentang lahan Timor Tengah Selatan yang lestari dan harmonis, ditopang dengan ekosistem yang seimbang untuk kehidupan masyarakat yang sejahtera”. 

Mengacu pada Rencana Kerja Pokja, salah satu bagian pentingnya dan juga selaras dengan kegiatan Land4Lives adalah penyusunan Rencana Pengelolaan Bentang Lahan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Saat ini, ICRAF telah memulai kajian awal menggunakan berbagai data sekunder yang telah dianalisis. Berbagai proses yang telah dilakukan ini dilatihkan bersama agar menghasilkan kesamaan persepsi dan pemahaman dengan berbagai pemangku kepentingan yang relevan dengan kajian ini. Selain itu, telah dilakukan pemetaan pemangku kepentingan, perumusan isu,  penyusunan strategi dan intervensi, pembagian peran, strategi pembiayaan, serta monitoring dan evaluasi dalam merespon pengelolaan bentang lahan berkelanjutan menjadi penting untuk dirumuskan bersama dengan berbagai pihak di Kabupaten Timor Tengah Selatan. 

Rumusan-rumusan yang dituangkan dalam draf dokumen ini akan dikonsultasikan ke publik untuk mendapatkan tanggapan dan masukan dari para pemangku kepentingan. Semua masukan dari publik akan berkontribusi pada penyempurnaan rencana induk dan peta jalan, yang kemudian dapat menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan formal Kabupaten Timor Tengah Selatan, meliputi RPJMD, RKPD, serta berbagai perencanaan turunan lainnya.

Tujuan


Tujuan dari Konsultasi Publik ini adalah: 

  1. Meningkatkan pemahaman bersama terhadap pentingnya perencanaan pengelolaan Sub-Lanskap di Kabupaten Timor Tengah Selatan 
  2. Menyampaikan hasil penyusunan rencana pengelolaan Sub-Lanskap dari berbagai proses yang sudah dilaksanakan oleh para pemangku kepentigan 
  3. Mendapatkan masukan dan saran dari para pemangku kepentingan terhadap berbagai rumusan, strategi, dan intervensi pengelolaan Sub-Lanskap. 

Waktu dan Tempat


Kegiatan Konsultasi Publik akan dilakukan pada: 

  • Hari, tanggal              : Jumat, 29 Agustus 2025 
  • Tempat                        : Hotel Blessing, SoE 
  • Waktu                           : 09.00 – 16.00 WITA 

Agenda


Waktu Agenda PJ 
08.30-09.00 Registrasi Panitia 
09.00-09.15       Sambutan  Sambutan Mitra Pembangunan Sambutan, Arahan dan Pembukaan Pembacaan doa     Direktur ICRAF Indonesia Kepala Bappeda Kab. Timor Tengah Selatan/Ketua Pokja Bentang Lahan Panitia 
09.15-12.15 A. Pengantar  A.1. Mengapa ada Rencana Pengelolaan Sub-Lanskap  A.2. Metode penyusunan Rencana Pengelolaan Sub-Lanskap Ketua Pokja Bentang Lahan ICRAF Indonesia 
B. Pemaparan  
Rencana pengelolaan bentang lahan setiap sub-lanskap Kab. Timor Tengah Selatan   
Moderator: ICRAF Indonesia  Perwakilan masing-masing Kelompok sub-lanskap    Penanggap:  Intansi Perangkat Daerah Kabupaten Instansi Vertikal di Timor Tengah Selatan Perwakilan Swasta/Pengusaha (Bank NTT) 
C. Tanggapan dan diskusi  Penanggap memberikan masukan terhadap isi dokumen, dan rekomendasi agar dapat dioperasionalkan. 
12.15 – 13.15 ISHOMA  
13.15 - 15.15 FGD Pemberian masukan dan penyepakatan terhadap Rencana Pengelolaan Sub-Lanskap Pokja Bentang Lahan  ICRAF Indonesia 
15.15 – 15.45 Penandatanganan Berita Acara Pokja Bentang Lahan 
15.30 - 16.00 Wrap up dan  Penutupan Pokja Bentang Lahan  ICRAF Indonesia