Publikasi

Semua publikasi

Booklet 2025

Taklimat Edisi Bentang Lahan #05 – Rencana Pengelolaan Lanskap Kabupaten Timor Tengah: Pengantar dan Metode Penyusunan

Ester H Natty, Regina H Kase, Arfaksad Aoetpah, Yus Kris Hau Oni, Robinson Liunokas, Musa N H Djari, Kornelis M K Timo, Seprianus K Tualaka, Jitro Liunokas, Feri Johana, Suyanto, Andree Ekadinata, Sonya Dewi, Ni’matul Khasanah, Ira Ratna Sari, Hikmah Fajar Assiddiq, Seruni Fauzia Lestari, Yeni Fredik Nomeni, Jendri Abimelek Nenobais, Alfonsus Seran, Erlangga, Thifali Adzani, Caecilia Yulita Novia, Muhammad Fikri Fadhillah, Izhar Ashofie, Romadhona Hartiyadi, Neno To Tabelak Oematan, Mixon Mexi Kase, Marselus Nabu, Dominggus Oematan, Dhian Rachmawati

Ringkasan

Buku ini, yang diterbitkan oleh CIFOR-ICRAF melalui program Land4Lives, menghadirkan panduan dasar mengenai konsep dan tata cara penyusunan Rencana Pengelolaan Lanskap di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Lanskap dimaknai bukan sekadar hamparan topografi geografis, melainkan sebuah ekosistem kompleks yang merajut interaksi antara elemen biotik (hutan, keanekaragaman hayati), abiotik (aliran sungai DAS Noelmina dan Benain), serta dinamika sosial-budaya masyarakat setempat. Menghadapi ancaman perubahan iklim yang kian nyata, penyusunan Management Plan menjadi sangat krusial untuk mengarusutamakan Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions/NbS)—seperti restorasi hutan dan pelestarian lahan—guna memperkuat resiliensi lingkungan sekaligus memitigasi risiko bencana seperti banjir dan kekeringan.

Agar dokumen perencanaan ini tidak sekadar menjadi cetak biru di atas kertas, penyusunannya dirancang secara partisipatif dan inklusif yang digawangi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan Bentang Lahan. Tahapan metodologisnya diawali dengan peningkatan kesadaran dan pemetaan karakteristik lanskap, perumusan visi bersama, penentuan tipologi ruang dan peta unit perencanaan, hingga penyusunan strategi intervensi yang konkret. Untuk memastikan efektivitas implementasi, kerangka kerja ini juga mengintegrasikan perumusan rencana bisnis demi keberlanjutan ekonomi masyarakat, pembagian peran lintas pemangku kepentingan yang jelas, perumusan skema pembiayaan, serta penetapan sistem Monitoring & Evaluation (M&E). Keseluruhan proses ini kemudian diuji sahih melalui forum Konsultasi Publik, memastikan bahwa rencana pengelolaan lanskap benar-benar mewakili aspirasi bersama dalam menjaga keharmonisan ekologis di 6 lanskap percontohan TTS.

Detail publikasi

Call Number
BL00693-25
Bahasa
Indonesia

Berkas