Pertumbuhan ekonomi dan populasi mendorong peningkatan kebutuhan lahan, tetapi ekspansi lahan bukan lagi opsi utama karena keterbatasan dan dampak lingkungan, termasuk risiko kebakaran hutan. Sumatera Selatan, dengan ekonomi berbasis lahan, harus fokus pada peningkatan produktivitas dan diversifikasi pengelolaan lahan, seperti agroforestri. Perencanaan pembangunan harus mengintegrasikan tata ruang dan gambut untuk menjaga ekosistem karbon. Untuk mewujudkan ekonomi hijau, provinsi ini perlu mempertimbangkan indikator seperti Indeks Ekonomi Hijau, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, Kerawanan Kebakaran Lahan, dan Emisi berbasis Lahan dan Gambut. |