Pertumbuhan ekonomi hijau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertujuan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya terbarukan, dengan mengintegrasikan kesesuaian iklim dalam perencanaan pengelolaan lahan. Sebagai wilayah terkering di Indonesia yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, NTT menghadapi tantangan ketimpangan ekonomi dan kerentanan pangan. Oleh karena itu, strategi pertumbuhan ekonomi hijau di NTT dirancang secara inklusif dan responsif gender, serta mengedepankan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang adil. Inisiatif ini juga mendukung komitmen nasional dalam mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam dokumen Enhanced NDC Indonesia tahun 2022, dengan fokus pada sektor strategis seperti pangan, air, dan energi. |