Implementasi RAD KSB di Sumatera Selatan menekankan pentingnya kolaborasi multipihak—termasuk pemerintah, swasta, LSM, komunitas, dan lembaga riset—untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Pendanaan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga skema inovatif seperti pembayaran jasa lingkungan dan insentif hijau. Monitoring dan evaluasi dilakukan tidak hanya di tingkat kebun, tetapi juga pada skala lanskap yurisdiksi. Tantangan utama mencakup keterbatasan data spasial, perbedaan antar instansi, dan kapasitas SDM. Untuk menjawab isu strategis ini, dibutuhkan sistem tata kelola data yang kuat dan pendekatan lintas sektor yang terintegrasi. |