C
Title: Buku Profil Desa – Desa Nunbena, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tengara Timur
Author: Desiana Zulvianita, Aulia Perdana, Dewi Kiswani Bodro, Rizki Ary Fambayun, Betha Lusiana, James Roshetko
Year: 2025
Call Number: BK00584-25

Abstract:

Buku ini menyajikan analisis karakteristik penghidupan masyarakat di Desa Nunbena, Kecamatan Nunbena, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berada dalam sublanskap Daerah Aliran Sungai (DAS) Noelmina dan Benain. Hasil analisis dari survei awal proyek Land4Lives (Lahan untuk Kehidupan) oleh ICRAF pada September 2022 menunjukkan bahwa akumulasi pemenuhan lima modal penghidupan masyarakat (Access Towards Five Livelihood Capitals/AFLIC) bernilai 2,35 dari nilai total absolut 5,00, yang berada di bawah rata-rata sublanskap 12 desa pembanding (0,63). Modal sumber daya alam memiliki indeks tertinggi (1,00) berkat melimpahnya ketersediaan lahan pertanian produktif, sedangkan modal sosial berada pada titik terendah (0,19) akibat keterbatasan kemitraan pihak swasta dan minimnya kelompok usaha perempuan formal. Sektor pertanian kebun campur agroforestri berbasis jagung dan kacang tanah menjadi pilar mata pencaharian utama untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak. Kendati demikian, tata kelola pertanian masih konvensional dengan sistem tebas-bakar, ketergantungan pada sawah tadah hujan akibat irigasi yang belum lancar, serta absennya pemupukan kimia karena keterbatasan modal finansial—suatu kondisi yang justru berpotensi besar untuk adopsi teknik Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture/CSA). Di samping itu, sekitar 86,7% rumah tangga mengalami kerentanan akut terhadap guncangan lingkungan berupa kekeringan panjang, angin puting beliung, banjir bandang, dan serangan hama tanaman yang memicu kesulitan pangan berkala pada bulan Desember hingga Maret. Untuk bertahan saat terjadi guncangan, masyarakat beralih ke diversifikasi pendapatan non-lahan seperti merantau, buruh bangunan, mebel, dan ojek. Secara gender, meskipun keterlibatan perempuan dalam praktik pertanian lapangan setara dengan laki-laki, kendali pengambilan keputusan strategis dan pemanfaatan aset masih didominasi suami, dengan indeks partisipasi perempuan pada kegiatan bermasyarakat yang tergolong minim (0,05–0,15). Melalui sintesis analisis SWOT terhadap modal penghidupan, sistem usaha tani, pasar, dan ketahanan pangan, laporan ini merekomendasikan empat pilar strategi integratif: Strategi Agresif (peningkatan produktivitas lewat bantuan sarana produksi mekanis dan penyuluhan berbasis pemuda), Strategi Pengayaan (formalisasi agroforestri cerdas iklim dan kebun dapur keluarga), Strategi Turnaround (revitalisasi BUMDes untuk memutus tengkulak, hilirisasi produk hayati lokal seperti madu atau arbila, dan pelibatan lembaga gereja untuk peningkatan SDM), serta Strategi Defensif (edukasi pembukaan lahan tanpa bakar, pembuatan pupuk organik mandiri, perbaikan infrastruktur jalan tani, dan mitigasi jeratan pinjaman non-formal) demi mewujudkan penghidupan masyarakat bentang lahan yang tangguh dan berkelanjutan.

File:

  File Size Description
file type <15695 KB Softcopy