Publikasi

Semua publikasi

Booklet 2026

Pedoman Budidaya Kayu yang Cerdas Iklim dan Inklusif Gender

James Roshetko, Riyandoko, Fitri Marulani, Andi Prahmono, Yulya Saputri, Iskak Nungky Ismawan, Izhar Ashofie, Romadhona Hartiyadi, Asep Suryadi

Ringkasan

Dokumen ini menawarkan kerangka strategis bagi petani untuk mentransformasi kebun kayu mereka menjadi sumber penghidupan yang tangguh terhadap perubahan iklim. Menghadapi ancaman cuaca ekstrem—seperti kekeringan, peningkatan suhu, banjir, hingga angin kencang yang dapat menekan laju pertumbuhan serta meningkatkan kerentanan pohon terhadap hama dan penyakit—petani disarankan untuk meninggalkan praktik monokultur secara ekstensif. Sebagai gantinya, penerapan sistem agroforestri (wanatani) yang memadukan pohon kayu siklus pendek (seperti sengon dan gmelina) atau siklus panjang (seperti jati dan mahoni) dengan tanaman pangan, empon-empon, hingga kopi menjadi solusi yang sangat diperlukan. Diversifikasi ini tidak hanya menjaga ketersediaan hasil panen harian, tetapi juga menstabilkan pendapatan keluarga dari risiko fluktuasi pasar atau kegagalan panen tunggal.

Dalam penerapannya, pedoman ini juga sangat menekankan integrasi aspek mitigasi emisi serta pelibatan kesetaraan gender. Praktik cerdas iklim didorong melalui penerapan teknik penyiapan lahan tanpa bakar (slash and mulch), pemangkasan selektif (pruning), penjarangan (thinning), serta substitusi pupuk kimia dengan pupuk organik dan mulsa alami guna menekan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan serapan karbon pada biomassa pohon. Lebih dari sekadar teknik bertani, keberhasilan sistem agroforestri ini bergantung pada pengambilan keputusan partisipatif antara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga—mulai dari pemilihan jenis benih unggul, pengaturan jarak tanam, hingga pemasaran hasil panen yang memastikan beban kerja dan manfaat ekonomi terdistribusi secara adil.

Detail publikasi

Call Number
BL00715-26
Bahasa
Indonesia

Berkas