kegiatan

Jejak Kolaborasi Land4Lives di Sulawesi Selatan: Dialog Multi-Pihak dan Penutupan Kegiatan Land4Lives di Sulawesi Selatan

Memasuki fase penutupan proyek, Land4Lives menyelenggarakan Lokakarya Diseminasi Hasil dan Capaian Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 09.00-13.00 WITA, bertempat di Hotel Four Points Makassar. Lokakarya ini bertujuan menyampaikan capaian dan pembelajaran proyek kepada pemangku kepentingan di tingkat provinsi, kabupaten, dan desa, termasuk akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Kegiatan ini juga menjadi momentum resmi serah terima keberlanjutan hasil proyek kepada pemerintah daerah dan komunitas terkait, serta wujud apresiasi kepada petani, kelompok tani, organisasi perangkat daerah, dan mitra pembangunan yang telah berkontribusi.

Susunan Acara
  • 08.00 – 09.00 WITA

    Registrasi dan pembukaan pameran

  • IPembukaan
  • 09.00 – 09.10 WITA

    Pembukaan dan doa

  • Menyanyikan lagu Indonesia Raya

  • 09.10 – 09.15 WITA

    Pemutaran video highlight capaian Land4Lives Provinsi Sulawesi Selatan

  • 09.15 – 09.45 WITA

    Sambutan pengantar

    • AE Andree Ekadinata Direktur ICRAF Indonesia
    • AB Alice Birnbaum GAC
    • JI Jarot Indarto Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Daring – via Zoom
    • GS Gubernur Sulsel perlu konfirmasi Sekaligus membuka acara
  • IISerah terima dan penghargaan
  • 09.45 – 10.00 WITA

    Serah terima dan penghargaan di panggung (rincian di bawah)

  • 10.00 – 10.15 WITA

    Peninjauan pameran dan jumpa pers (paralel dengan pembukaan sesi dan Babak 1)

    Peserta
    • Gubernur Sulsel
    • Bappelitbangda Sulsel
    • ICRAF
    • GAC
  • IIIPaparan dan dialog
  • 10.00 – 10.05 WITA

    Pembukaan sesi dan penjelasan tata laksana

  • 10.05 – 10.15 WITA

    Babak 1: paparan capaian Land4Lives di provinsi, kabupaten, dan desa

    Pembicara Muhammad Syahrir, Koordinator Provinsi ICRAF Sulsel
  • 10.15 – 10.25 WITA

    Babak 2: tanggapan dan elaborasi (2 sampai 3 menit per pembicara)

    • JW Dr. Jarot Indarto / Wulan Metafurry Direktorat Pangan dan Pertanian Bappenas
    • AN Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP* Deputi Penganekaragaman Pangan Bapanas
    • MS Dr. Muchamad Saparis Soedarjanto, S.Si, M.T.* Direktur Rehabilitasi Hutan, Kemenhut
    • ID Irawan Dermayasamin, S.T., M.S Plt. Kepala Bappelitbangda Sulsel (Pak Inyo)
    • AY Andi Yusuf Kepala Bapperida Kabupaten Bone
  • 10.25 – 11.30 WITA

    Babak 3: diskusi panel bergilir

    Pemantik
    • IN Inyo, S.T., M.Eng Kabid Perekonomian SDA Bappelitbangda Sulsel
    • H Herman Petani teladan desa Pusungge
    • AT Dr. Andi Tonra Solie Kepala KPHP Cenrana
    • DP DP3AP2KB Sulsel TBD
    • UA Dr. Usman Arsad Forum DAS Sulsel
    Pembicara bergilir
    • AI H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si* TBD KADIN Sulsel
    • Z Zaenal Konsorsium SCF-YLPMI
    • H Hanum TBD WikiPangan Sulsel
  • 11.30 – 12.00 WITA

    Sintesis dialog dan penutup sesi

  • IVPenutup
  • Wrap-up dan penutup

    • SD Dr. Sonya Dewi ICRAF
    • RP Reza Eggy Pandevi Sekretaris Bappelitbangda Sulsel
  • 12.00 – 14.00 WITA

    Penutupan, kunjungan stan pameran, ramah tamah (pameran tutup pukul 14.00)

Siaran Pers

Land4Lives Menutup Kegiatan di Sulawesi Selatan

Hasil kerja lima tahun dari desa hingga provinsi diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Land4Lives adalah proyek kerja sama untuk perubahan iklim yang didukung Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada. Di Sulawesi Selatan, kerja sama dengan pemerintah daerah dimulai pada 2021 dan kegiatan lapangan berjalan sejak 2022.

Acara ini menutup rangkaian yang dimulai di Desa Pakkasalo pada 5 Oktober, dilanjutkan Dialog Multipihak di Watampone pada 6 Oktober dan konferensi Simpul Pangan Nusantara di Makassar pada 7 Oktober.

Capaian utama

Selama lima tahun, Land4Lives bekerja di tiga tingkat yang saling menguatkan: tapak atau desa, bentang lahan atau kabupaten, dan provinsi. Praktik di desa memberi bukti lapangan bagi pendekatan di tingkat bentang lahan dan provinsi. Sebaliknya, rencana dan kebijakan di kedua tingkat itu memperluas jangkauan hasil kerja di desa.

Land4Lives mendampingi 12 desa percontohan di Kabupaten Bone, sementara mitra lokal SCF dan LPMI mendampingi 24 desa lainnya. Selama lima tahun, lebih dari 700 orang, lebih dari separuhnya perempuan, telah mengikuti pelatihan pertanian cerdas iklim dan mempraktikkannya di kebun-kebun belajar agroforestri dan tambak-tambak wanamina. Lebih dari 500 rumah tangga mengelola kebun dapur di pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Terbentuk pula 34 kelompok usaha agroforestri yang telah didampingi sampai ke tahap perizinan: Nomor Induk Berusaha (NIB), izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), dan sertifikat halal. Salah satu produk unggulan adalah pupuk guano dari desa Cabbeng, yang telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual.

Pembelajaran dari desa-desa ini dihimpun dalam enam Tapak Percontohan Pertanian Cerdas Iklim (TP2CI) yang dikelola lebih dari 120 petani pelopor. Setiap tapak berfokus pada satu tema unggulan, mulai dari agroforestri kakao sampai integrasi pertanian-perikanan. Para petani pelopor memandu kunjungan belajar bagi petani dari desa lain.

Di bentang lahan, Land4Lives membentuk Kelompok Kerja Bentang Lahan lintas sektor dan bermitra dengan Forum DAS Sulawesi Selatan untuk menyusun Rencana Pengelolaan DAS Bila Walanae seluas 744.896 hektare, yang kini telah disahkan. Pelaksanaan rencana ini berpotensi meningkatkan kapasitas penyangga DAS hingga hampir sepertiganya. Proyek juga mendampingi rencana pengelolaan sub-bentang lahan serta rencana pengelolaan hutan jangka panjang KPH Cenrana dan KPH Ulubila yang telah disahkan.

Di Kabupaten Bone, kurikulum muatan lokal “Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim” telah disahkan melalui Peraturan Bupati dan mulai tahun ajaran 2026/2027 diterapkan di seluruh SD dan SMP. Pedoman Isi Piringku Lokal masuk ke layanan 38 puskesmas, dan strategi bentang lahan termuat dalam KLHS RPJPD dan RPJMD Kabupaten Bone.

Adapun di tingkat provinsi, prinsip ketahanan iklim, ekonomi hijau-biru, dan indikator sensitif gender masuk ke RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029 Provinsi Sulawesi Selatan.

Proyek juga mendampingi penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pertumbuhan Ekonomi Hijau, mengembangkan sistem SiAlam untuk akses perhutanan sosial yang kini berjalan di server Pemerintah Provinsi, dan mendampingi usulan pembayaran berbasis hasil REDD+ senilai USD 945.884 bagi 20 komunitas lokal.

Serah terima dan keberlanjutan

Dalam acara ini, ICRAF menyerahkan laporan capaian Land4Lives di Provinsi Sulawesi Selatan kepada pemprov, yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kasman. Laporan capaian memuat hasil serta rekomendasi tindak lanjut bagi semua pihak.

Direktur ICRAF Indonesia sekaligus Koordinator Proyek Land4Lives, Andree Ekadinata, menegaskan bahwa semua capaian tersebut kini menjadi milik masyarakat dan pemerintah daerah Sulawesi Selatan.

“Bagi kami, berakhirnya pendampingan Land4Lives di tahun 2026 ini bukanlah sebuah garis akhir. Ini adalah penyerahan tongkat estafet. Seluruh instrumen perencanaan, sistem pengetahuan, dan jejaring kelembagaan yang telah kita bangun bersama kini menjadi modal berharga milik segenap masyarakat Sulawesi Selatan,”

— Andree Ekadinata, Direktur ICRAF Indonesia / Koordinator Proyek Land4Lives

Rangkaian penutupan Land4Lives berlanjut ke Sumatera Selatan, lalu ditutup di tingkat nasional.

• • •
Bacaan lebih lanjut

Tentang Landscape Alliance

Landscape Alliance adalah nama operasional dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF). CIFOR dan ICRAF adalah organisasi internasional independen dan pusat riset CGIAR. Landscape Alliance mengubah ilmu pengetahuan menjadi aksi, membuka potensi pepohonan, hutan, dan lanskap agroforestri untuk meningkatkan kesehatan planet dan kesejahteraan manusia.

Tentang Land4Lives

Land4Lives (Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia) adalah proyek kerja sama untuk perubahan iklim antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). Proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, pengelolaan bentang lahan yang peka gender, dan penghidupan berketahanan iklim, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan termasuk perempuan dan anak perempuan. Land4Lives berjalan sejak Maret 2021 hingga memasuki fase penutupan pada 2026, di tiga provinsi: Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Di Sulawesi Selatan, Land4Lives bekerja di Kabupaten Bone bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Bone, serta mitra lokal SCF dan LPMI.

Kontak Media Pijar Anugerah Staf Komunikasi ICRAF Indonesia · p.anugerah@landscapealliance.org