kegiatan

Dialog Multi-Pihak Meneguhkan Komitmen Bersama untuk Lanskap Sehat dan Masyarakat Sejahtera Kabupaten Bone

Selama empat tahun, dari Agustus 2022 hingga Agustus 2026, Land4Lives di tingkat kabupaten dan desa menghasilkan capaian yang mendukung tujuan utamanya, yaitu penghidupan masyarakat yang tangguh terhadap iklim. Tim menjalankan riset aksi mulai dari penyusunan kebijakan dan program restorasi hutan serta bentang lahan, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) untuk adaptasi perubahan iklim, hingga perbaikan penggunaan lahan dan perlindungan lingkungan untuk mitigasi dan adaptasi. Di tingkat tapak dan komunitas, kegiatan dimulai dari proses Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa), pembentukan kelompok usaha dan kelompok belajar, hingga pengembangan Tapak Percontohan Pertanian Cerdas Iklim (TP2CI).

Menjelang akhir masa program, capaian ini perlu dijaga agar tetap berkelanjutan. Dialog multipihak menjadi wadah bersama untuk menyampaikan hasil kegiatan kepada para pihak dan mitra strategis. Kegiatan ini memberikan gambaran capaian Land4Lives kepada pemangku kepentingan yang terlibat, sekaligus membekali mereka untuk melanjutkan kegiatan serta menjaga keberlangsungan aset pembelajaran yang telah dibangun.

Susunan Acara
  • 08.30 – 09.00 WITA

    Pertemuan Audiensi Tim GAC–ICRAF dengan Bupati Bone

  • 09.00 – 09.45 WITA

    Sambutan dan Pembukaan

    • Dr. Sonya Dewi Dr. Sonya Dewi Direktur Asia – Landscape Alliance
    • Alice Birnbaum Alice Birnbaum Head of Development Cooperation Canada to Indonesia
    • Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M. Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M. Wakil Bupati Kabupaten Bone
    Tayangan Video highlights Capaian Land4Lives di Kabupaten Bone
  • 09.45 – 10.30 WITA

    Sesi Serah Terima Dokumen dan Penghargaan

  • 10.30 – 11.00 WITA

    Paparan Capaian Bersama Land4Lives di Tingkat Kabupaten

  • 11.00 – 11.40 WITA

    Diskursus Panel Bergilir

    Pemantik
    • Pokja Bentang Lahan Pokja Bentang Lahan
    • UPTD KPH Ulubila UPTD KPH Ulubila
    • Petani Teladan Petani Teladan
    • Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
    • Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA)
    Penanggap
    • Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan
    • Guru Pelopor Mulok Guru Pelopor Mulok
    • Kelompok Usaha Kelompok Usaha
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa
    • Pokja Bentang Lahan Pokja Bentang Lahan
    • Konsorsium SCF-YLPMI Konsorsium SCF-YLPMI
    Sintesis Oleh Provincial Coordinator ICRAF
  • 11.40 – 12.30 WITA

    Penutupan dan Booth Exhibition

Siaran Pers

Land4Lives Akhiri Kegiatan di Bone, Serahkan Capaian dari Kebun Petani hingga Rencana Daerah

Hasil kerja lima tahun di desa dampingan dan DAS Bila Walanae kini menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bone dan masyarakatnya

Watampone, 6 Oktober 2026 — Proyek riset-aksi Land4Lives menandai akhir kegiatannya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan Dialog Multipihak Land4Lives (Pamit Kabupaten) di Watampone pada Selasa (6/10). ICRAF Indonesia, yang kini memakai nama operasional Landscape Alliance, menyelenggarakan acara ini bersama Bapperida Kabupaten Bone. Acara ini menjadi momen perpisahan sekaligus penyerahan capaian proyek kepada pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.

Land4Lives adalah proyek kerja sama untuk perubahan iklim yang didukung Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada. Proyek ini berjalan di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Selatan. Di Bone, kerja sama dengan pemerintah kabupaten dimulai pada 2021 dan kegiatan lapangan berjalan sejak 2022, bersama mitra lokal Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) dan Yayasan Lembaga Pengkajian Masyarakat Indonesia (YLPMI). Tujuannya adalah memperkuat penghidupan yang tangguh menghadapi guncangan ekonomi dan iklim, serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat rentan, terutama perempuan dan anak perempuan.

Di Bone, Land4Lives bekerja pada dua tingkat. Di tingkat tapak, proyek mendampingi 12 desa di tujuh kecamatan, yaitu Bontocani, Kahu, Patimpeng, Lappariaja, Ponre, Dua Boccoe, dan Cenrana. Mitra lokal mendampingi 24 desa lainnya. Di tingkat bentang lahan, proyek bekerja di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bila Walanae seluas 744.896 hektare. Acara hari ini menyusul rangkaian penutupan kegiatan di tingkat desa yang berakhir di Desa Pakkasalo pada 5 Oktober 2026.

Di desa: kebun, tambak, dan dapur keluarga

Setelah hampir lima tahun berkegiatan di Kabupaten Bone, Land4Lives telah meninggalkan banyak hasil.

Sebanyak 789 orang, 57 persen di antaranya perempuan, telah mengikuti pelatihan pertanian cerdas iklim. Mereka tergabung dalam 22 kelompok belajar. Praktik seperti peremajaan tanaman, pupuk organik, agroforestri, dan wanamina dapat dilihat di 36 kebun belajar agroforestri dan 10 tambak belajar. Pembelajaran ini disebarluaskan melalui enam Tapak Percontohan Pertanian Cerdas Iklim (TP2CI) yang dikelola lebih dari 120 petani pelopor dan terbuka bagi petani dari desa lain untuk berkunjung dan belajar tentang beragam praktik pertanian ramah lingkungan, mulai dari peremajaan kakao hingga merancang kebun dapur.

Untuk pangan keluarga, 506 rumah tangga kini mengelola kebun pekarangan dan 43 kebun pangan komunal telah dibangun. Sebanyak 605 warga, 73 persen di antaranya perempuan, mengikuti edukasi gizi dan pangan lokal.

Dari sisi ekonomi, terbentuk 34 kelompok usaha berbasis agroforestri dengan 968 anggota, 53 persen di antaranya perempuan. Bersama Dinas Koperasi dan UKM, kelompok-kelompok ini memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk 10 kelompok, izin P-IRT untuk 5 kelompok, dan sertifikat halal untuk 4 kelompok. Pupuk guano dari Desa Cabbeng juga telah memperoleh perlindungan kekayaan intelektual. Sebanyak 1.055 penerima manfaat telah terhubung ke pasar. Kakao dipasarkan melalui PT Mars, Sugata, dan Gudang 88, sedangkan pupuk guano terjual hingga Kalimantan dan Maluku.

Perhatian pada kesetaraan gender berjalan di sepanjang kegiatan. Desa Massila di Kecamatan Patimpeng menjadi desa rintisan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Lewat program PAPA Gizi bersama DP3A dan DP2KB Kabupaten Bone, 65 fasilitator telah dilatih untuk mengajak para ayah ikut memperhatikan gizi keluarga. Empat desa dampingan, yaitu Turu Adae, Latellang, Massila, dan Waekeccee, kini terdaftar sebagai desa Program Kampung Iklim (ProKlim).

Sejumlah pendekatan Land4Lives kini telah diteruskan oleh pemerintah daerah dan mitra lokal. Hingga Juni 2026, mitra lokal SCF-YLPMI telah mereplikasi pelatihan pertanian cerdas iklim pada 48 kelompok belajar di 24 desa, dengan 1.441 anggota. Dinas Kesehatan memasukkan Isi Piringku Lokal ke layanan rutin 38 puskesmas.

Bersama Dinas Pendidikan, kurikulum muatan lokal “Pangan Lokal untuk Ketahanan Iklim” diujicobakan di 32 sekolah dengan 2.000 murid. Kurikulum ini disahkan melalui Peraturan Bupati pada 2025 dan diterapkan di seluruh SD dan SMP mulai tahun ajaran 2026/2027.

Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas TPHP juga menerapkan pendekatan kebun pangan melalui Program Desa B2SA dan Pekarangan Pangan Bergizi.

Di bentang lahan: satu DAS, banyak pihak

Di tingkat bentang lahan, pengelolaan DAS Bila Walanae melibatkan banyak pihak lintas wilayah. Untuk itu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja) Bentang Lahan dengan 86 anggota dan tiga gugus tugas. Bersama Forum DAS Sulawesi Selatan, Pokja menyusun Rencana Pengelolaan DAS (RPDAS) Bila Walanae yang kini telah disahkan. Sebanyak 698 orang, 42 persen di antaranya perempuan, terlibat dalam pembentukan Pokja dan penyusunan RPDAS.

Perencanaan ini berpijak pada kajian ilmiah tentang kerentanan masyarakat, prioritas restorasi, dan pemodelan hidrologi. Hasilnya, 7 persen kawasan DAS ditetapkan sebagai prioritas tinggi restorasi dan 14 persen sebagai prioritas sedang. Simulasi skenario perbaikan menunjukkan kapasitas penyangga DAS berpotensi meningkat 17–32 persen. Sementara itu, 1.378 orang pengelola lahan, 48 persen di antaranya perempuan, dilatih tentang solusi berbasis alam dan penyiapan lahan tanpa bakar.

Selain RPDAS, Land4Lives mendampingi penyusunan enam rencana pengelolaan sub-bentang lahan, satu dokumen Pengembangan Kawasan Terpadu, serta Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) KPH Cenrana dan KPH Ulubila yang telah disahkan. Strategi pengelolaan bentang lahan tersebut kini termuat dalam dua Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan dua Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yaitu RPJMD Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Bone. Dengan begitu, rencana tersebut melekat pada mandat dan siklus anggaran pemerintah daerah.

Serah terima dan keberlanjutan

Dalam acara ini, laporan capaian Land4Lives di Kabupaten Bone diserahkan kepada Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, bersama dokumen rencana pengelolaan bentang lahan dan RPHJP. Bupati juga memberikan penghargaan kepada enam petani pelopor, dua guru pelopor muatan lokal, perwakilan Pokja Bentang Lahan, serta perangkat daerah dan mitra.

Direktur ICRAF Indonesia sekaligus Koordinator Proyek Land4Lives, Andree Ekadinata, menyebut capaian ini sebagai hasil gotong royong. “Capaian ini bukan kerja sepihak. Ini buah kerja bersama pemerintah daerah, mitra, tokoh agama dan adat, fasilitator desa, dan terutama para petani perempuan dan laki-laki di Bone yang membuka diri terhadap perubahan,” ujarnya.

Menurut Andree, berakhirnya proyek justru menandai fase baru. “Berakhirnya Land4Lives bukan titik henti. Ini titik mula penyerahan estafet kemandirian. Pengetahuan, dokumen perencanaan, Pokja, dan kelompok usaha yang sudah terbangun kini menjadi aset Kabupaten Bone,” katanya.

Setelah serah terima, dialog panel bergilir mempertemukan Bapperida, KPH, dinas teknis, petani pelopor, guru, dan mitra lainnya untuk membahas cara melanjutkan capaian bersama ini. Peserta juga dapat mengunjungi enam stan pameran yang menampilkan dokumen perencanaan, praktik pertanian cerdas iklim, produk kelompok usaha, dan materi edukasi pangan.

Rangkaian penutupan Land4Lives di Sulawesi Selatan berlanjut di Makassar dengan konferensi Simpul Pangan Nusantara pada 7 Oktober dan Pamit Provinsi pada 8 Oktober 2026.

###

Tentang Landscape Alliance

Landscape Alliance adalah nama operasional dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan International Centre for Research on Agroforestry (ICRAF). CIFOR dan ICRAF adalah organisasi internasional independen dan pusat riset CGIAR. Landscape Alliance mengubah ilmu pengetahuan menjadi aksi, membuka potensi pepohonan, hutan, dan lanskap agroforestri untuk meningkatkan kesehatan planet dan kesejahteraan manusia.

Tentang Land4Lives

Land4Lives (Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia) adalah proyek kerja sama untuk perubahan iklim antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). Proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan, pengelolaan bentang lahan yang peka gender, dan penghidupan berketahanan iklim, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan termasuk perempuan dan anak perempuan. Land4Lives berjalan sejak Maret 2021 hingga memasuki fase penutupan pada 2026, di tiga provinsi: Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Di Sulawesi Selatan, Land4Lives bekerja di Kabupaten Bone bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Bone, serta mitra lokal SCF dan YLPMI.

Kontak Media Pijar Anugerah · Staf Komunikasi ICRAF Indonesia p.anugerah@landscapealliance.org