kegiatan

Simpul Pangan Nusantara: Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan. Membangun Kemandirian Pangan untuk Ketangguhan Iklim dari Tapak sampai ke Lanskap

Kupang, 16 September 2026

ICRAF melalui program Land4Lives berkolaborasi dengan Bapperida Provinsi NTT mempersembahkan Simpul Pangan Nusantara: Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan. Mengusung tema “Membangun Kemandirian Pangan untuk Ketangguhan Iklim dari Tapak sampai ke Lanskap”, acara seri pertama ini akan diselenggarakan secara luring pada Rabu, 16 September 2026, pukul 08.00 – 15.00 WITA di Hotel Harper Kupang. Konferensi ini hadir sebagai forum multisektor inklusif yang bertujuan menghubungkan berbagai praktik baik, inovasi teknologi, dan kearifan lokal di tingkat tapak (akar rumput) agar dapat memengaruhi dan diselaraskan dengan kebijakan makro di tingkat lanskap secara berbasis bukti (evidence-based).

Rangkaian acara ini dirancang untuk mendiseminasikan hasil riset dan menjembatani komunikasi antara komunitas ilmiah dengan para pengambil keputusan. Kegiatan utama konferensi ini meliputi Seminar Makalah Ilmiah dan Pameran Poster Ilmiah yang akan mempresentasikan beragam studi kasus, inovasi program, dan pertanian cerdas iklim dari para akademisi serta peneliti. Selain itu, konferensi ini juga menghadirkan sesi “Semeja Makan”, sebuah dialog multi-pihak yang interaktif dan setara. Sesi ini mempertemukan pembuat kebijakan, peneliti, pegiat pangan, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan kritis lintas generasi guna mencari solusi atas isu pangan dan pertanian yang terus berkembang.

Acara ini akan dihadiri oleh peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah (seperti Bapperida dan berbagai dinas terkait), akademisi dari berbagai kampus di wilayah Kupang, peneliti (BRIN), LSM/NGO, hingga mahasiswa dan generasi muda. Melalui dokumentasi ilmiah berupa prosiding ber-ISBN dan perumusan rekomendasi kebijakan yang komprehensif, konferensi ini diharapkan mampu mendorong pengambilan keputusan berbasis data, mengakselerasi keterlibatan generasi muda, serta memperkuat komitmen tata kelola bentang lahan demi mewujudkan kemandirian pangan yang adaptif dan inklusif di Indonesia.

REFERENSI KEGIATAN
📂 Pratonton Dokumen