kegiatan

Sosialisasi Hasil Uji Coba Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan

ICRAF Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan sosialisasi hasil uji coba Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026, pukul 08.30 WITA hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan.

Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB) merupakan instrumen tata kelola pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah yang mengacu pada Pedoman Nasional IYB, hasil dialog multipihak dengan dukungan Uni Eropa, dan diluncurkan pada Forum Investasi B20 di Bali pada tahun 2022. IYB mencakup tiga dimensi utama, yakni lingkungan, sosial-ekonomi, dan tata kelola, yang digunakan untuk mengukur capaian keberlanjutan daerah secara terstruktur, khususnya di sektor perkebunan. Kabupaten Bone dipilih sebagai lokasi pilot penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) berbasis IYB karena perannya sebagai penghasil tiga komoditas utama—kelapa, kakao, dan kopi—serta capaian skornya yang mendekati Grade B, yang menandakan kesiapan daerah dalam memperkuat tata kelola lintas sektor.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan menyebarluaskan hasil kajian Laporan Keberlanjutan Kabupaten Bone kepada pemangku kepentingan lintas sektor di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, meningkatkan pemahaman mengenai konsep dan implementasi IYB, mendorong keterlibatan multipihak dalam tindak lanjut penerapannya, serta memperkuat komitmen bersama dalam tata kelola pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dukungan kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional dan komitmen global terkait pembangunan rendah karbon serta perdagangan berkelanjutan.

Rilis Pers


IYB: Bone jadi contoh penilaian tata kelola perkebunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan

Makassar, 14 Juli 2026 — Kabupaten-kabupaten di Sulawesi Selatan dapat mencontoh Bone dalam tata kelola perkebunan berkelanjutan, demikian hasil penilaian awal Indikator Yurisdiksi Berkelanjutan (IYB). Penilaian ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Hasil Uji Coba IYB yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Landscape Alliance (nama operasional CIFOR dan ICRAF) di Makassar, Selasa (14/7).

IYB adalah sistem penilaian nasional yang dikembangkan Kementerian PPN/Bappenas untuk mengukur capaian keberlanjutan di tingkat kabupaten, dengan fokus awal pada sektor perkebunan. Penilaian ini mencakup tiga dimensi, yaitu lingkungan, sosial-ekonomi, dan tata kelola, yang disusun selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Hasil penilaian dituangkan dalam bentuk grade, dari Grade D (perlu perhatian khusus) hingga Grade A (sangat baik). Dalam penilaian ini, Bone mencatatkan skor yang mendekati Grade B (baik) sementara rerata kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan masih berada pada Grade C, berarti tata kelola yang dinilai sudah cukup meski masih ada ruang untuk diperkuat.

Dalam perumusan IYB secara nasional, Landscape Alliance menjadi bagian dari tim teknis yang mendukung pengembangan metodologi,  mulai dari perancangan indikator hingga sistem pengelolaan data, sebagai bagian dari proyek riset-aksi Land4Lives yang dilaksanakan atas dukungan Pemerintah Kanada.

Membuka peluang strategis

Penerapan IYB dapat membuka sejumlah peluang strategis antara lain mendukung keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi pertanian dan kelestarian lingkungan, serta membuka akses terhadap insentif fiskal maupun non-fiskal dan investasi hijau dari lembaga pembangunan internasional.

Adapun bagi petani, yurisdiksi yang terbukti berkelanjutan berpotensi membuka akses pasar global yang mensyaratkan komoditas bebas deforestasi tanpa membebankan biaya sertifikasi secara individu kepada masing-masing petani.

Sebagai kabupaten dengan tiga komoditas utama, yaitu kelapa, kakao, dan kopi, Bone punya peran strategis dalam rantai pasok komoditas berkelanjutan di provinsi Sulawesi Selatan. Karena itulah Kabupaten Bone terpilih sebagai salah satu dari empat daerah uji coba penerapan IYB di Indonesia, bersama Kabupaten Kutai Timur, Sigi, dan Muara Enim.

Pemerintah Kabupaten Bone bersama pemangku kepentingan lokal terlibat secara aktif dalam mengontekstualisasikan indikator-indikator IYB, sehingga penilaian yang dilakukan relevan dengan karakteristik dan kondisi riil di lapangan. Proses ini melahirkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) tingkat yurisdiksi, sebagai  salah satu yang pertama di Sulawesi Selatan, yang disosialisasikan dalam kegiatan ini.

Selain menyampaikan hasil penilaian, para pemangku kepentingan di Kabupaten Bone turut merumuskan sejumlah aksi prioritas untuk memperkuat performa pada indikator-indikator yang masih perlu ditingkatkan, sebagai tindak lanjut atas hasil sosialisasi ini.

Ke depan, IYB diproyeksikan turut diterapkan pada 514 kabupaten/kota di Indonesia, sekaligus terbuka untuk diperluas ke sektor-sektor lain di luar perkebunan. Bagi Bone, tantangan berikutnya adalah memastikan hasil penilaian ini tidak berhenti di angka, melainkan menjadi dasar bagi langkah nyata di lapangan.

—-

Tentang Land4Lives. Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia (Land4Lives) atau #lahanuntukkehidupan adalah proyek riset-aksi yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kanada, untuk mendukung tata kelola bentang lahan, ketahanan pangan, kesetaraan gender, serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Pelaksanaan proyek yang mencakup Provinsi Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Timur dipimpin oleh Landscape Alliance (nama operasional CIFOR dan ICRAF).

Tentang Landscape Alliance Landscape Alliance adalah nama operasional dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan International Centre for Research on Agroforestry (ICRAF). CIFOR dan ICRAF adalah organisasi internasional independen dan pusat riset CGIAR.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Seruni Fauzia Lestari
Environment and Land-Based Development Planning Researcher
Landscape Alliance
S.Lestari@landscapealliance.org

REFERENSI KEGIATAN
📂 Pratonton Dokumen