Sulawesi Selatan

Fokus Lokasi: Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, program Land4Lives difokuskan pada adaptasi terhadap perubahan iklim di Kabupaten Bone, terutama di 12 desa yang terletak di dua sub-DAS Walanae. DAS Walanae sendiri termasuk dalam DAS prioritas pertama di Indonesia yang harus direhabilitasi karena mengalami degradasi tutupan lahan. Pemilihan sub-lanskap proyek difokuskan di Kabupaten Bone, yang merupakan bagian dari Sub DAS Walanae Tengah dan Walanae Hilir.

DAS Billa – Walanae

478.932 ha Total Luas DAS
9 Kabupaten Tercakup
7 Sub-DAS

Kondisi Tutupan Lahan

DAS Billa – Walanea di Bone didominasi oleh sawah (45%) dan tanaman tahunan bercampur semak belukar (29%), sedangkan hutan sekunder masih berupa petak-petak di dataran tinggi di hulu DAS. Ketergantungan yang tinggi terhadap hutan sebagai sumber lahan pertanian masih menjadi permasalahan, yang tercermin dari maraknya konversi hutan menjadi lahan pertanian.

Proyeksi Masa Depan: Konversi hutan menjadi area pertanian diperkirakan masih bisa berlanjut hingga tahun 2034 jika tidak ada kebijakan perbaikan (Ilham, 2022).

Tantangan & Risiko Bencana

  • Risiko Kekeringan: Tingkat risiko tinggi berada pada bagian hulu hingga tengah sungai yang tutupan vegetasinya rendah. Wilayah hilir dan pesisir cenderung berisiko sedang hingga rendah.
  • Risiko Banjir: Risiko tinggi sebagian besar terjadi di wilayah hilir dan pesisir pantai. Sejalan dengan temuan Muspida dkk. (2021), daerah rawan banjir di Bone terletak di pesisir Kecamatan Dua Boccoe.
Peta Tutupan Lahan DAS Billa-Walanae
Peta tutupan lahan DAS Billa-Walanae, Provinsi Sulawesi Selatan (sumber: KLHK 2020)

Pemetaan & Seleksi Sub-Lanskap

15 Kandidat Sub sub-DAS
6 Sub sub-DAS Terpilih
12 Desa Fokus Proyek

Proses Pemilihan Partisipatif

Karakteristik masing-masing DAS diseleksi secara ketat berdasarkan penyediaan, permintaan dan keseimbangan jasa ekosistem (ES), risiko bencana (banjir dan kekeringan), serta indeks ketahanan dan kerentanan pangan. Jumlah desa yang tercakup dan luas DAS di Kabupaten Bone menjadi pertimbangan tambahan.

Dua sub lanskap percontohan utama berlokasi di:

  • Bagian Hulu: 3 sub sub-DAS terpilih.
  • Bagian Tengah, Hilir, dan Pesisir: 3 sub sub-DAS terpilih.
Keterlibatan Pemangku Kepentingan:
Pemilihan 6 sub sub-DAS dari 15 kandidat di Kabupaten Bone dilakukan melalui Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) secara partisipatif bersama pemangku kepentingan terkait di tingkat provinsi dan kabupaten, dengan melibatkan baik laki-laki maupun perempuan.
Peta Sub-Lanskap Terpilih
Sub-lanskap terpilih di wilayah hulu, tengah, hilir, dan pesisir Sub DAS Billa-Walanae di Kabupaten Bone