Cerita dari Desa #13: Semangat gotong-royong kelompok petani wanita di Desa Mangsang

Kelompok Wanita Tani (KWT) Tri Mandiri menjadi model semangat gotong royong, antusias ketika belajar hal baru, dan kerukunan di Desa Mangsang. Berkat mereka, masyarakat sekitar tidak perlu pergi jauh untuk membeli sayuran segar dan bergizi.

Selengkapnya

Cerita dari Desa #12: Mengubah pola pikir petani sawit tentang pupuk organik

Seorang petani kelapa sawit di desa Muara Merang, Sumatera Selatan menjadi pionir penggunaan pupuk organik. Dapatkah hasil baiknya menginspirasi petani-petani lain?

Selengkapnya

Cerita dari Desa #8: Manfaat tak terduga dari pupuk organik cair

Seorang petani padi di Sumsel melakukan percobaan dengan pupuk organik cair.

Selengkapnya

Cerita dari Desa #5: Budidaya sayuran sehat dengan pestisida nabati

Masalah hama membuat warga desa Kepayang berpaling ke solusi alami untuk menyelamatkan tanaman sayuran mereka.

Selengkapnya

Cerita dari Desa #4: Melawan hama monyet di kebun jeruk agroforestri

Bagaimana Pak Riyadi menghalau monyet-monyet yang merusak tanaman dan mencuri buah jeruk di kebun agroforestrinya.

Selengkapnya

Menggali manfaat agroforestri karet: Land4Lives di International Rubber Conference

Peneliti senior CIFOR-ICRAF Indonesia terpilih menjadi pembicara di konferensi karet internasional, memaparkan keunggulan sistem agroforestri karet dibandingkan sistem monokultur.

Selengkapnya
Foto Pak Zul

Cerita dari Desa #3: Tetap aman di tengah krisis pangan dengan kebun pekarangan

Beberapa tahun terakhir, perubahan iklim mengakibatkan suhu rata-rata bumi meningkat dari biasanya. Hal ini mengakibatkan produksi tanaman menurun akibat adanya kekeringan di berbagai daerah, tak terkecuali di Desa Pelaju, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kekeringan ini mengakibatkan terbatasnya pasokan bahan pangan baik dari petani setempat maupun dari desa seberang. 

Selengkapnya

Cerita dari Desa #1: Semakin makmur dengan bank sayur

Desa Ganesha Mukti merupakan salah satu desa transmigrasi yang terletak di Kecamatan Muara Sugihan, tepatnya di jalur 14. Nama Ganesha Mukti berasal dari dua suku kata yaitu “Ganesha” yang artinya gajah, dan “Mukti” yang berarti kebahagiaan. 

Selengkapnya