Satu Meja untuk Gambut: Forum Kolaborasi Mulai Bergerak di Banyuasin

Banyuasin, 27 Juli 2026

Rendra Bayu Prasetyo
Landscape Alliance, South Sumatra

Pemerintah Kabupaten Banyuasin resmi membentuk Forum Kolaborasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuasin yang ditetapkan pada 6 Juli 2026. Forum ini menjadi wadah koordinasi formal pertama bagi para pihak yang selama ini mengelola ekosistem gambut di kabupaten dengan luas lahan gambut terbesar kedua di Sumatera Selatan tersebut.

Ekosistem gambut Banyuasin terdiri atas kawasan fungsi lindung dan fungsi budi daya, dan sebagian di antaranya telah dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian dan perkebunan. Kondisi ini membuat pengelolaan lintas sektor dan lintas kepentingan menjadi tantangan tersendiri.

Sebagai program riset-aksi yang bekerja di lanskap gambut Banyuasin, Land4Lives turut mendampingi penyusunan forum ini sejak tahap awal, mulai dari penyediaan data dan analisis lanskap hingga fasilitasi dialog multipihak, yang dijabarkan lebih lanjut pada bagian berikut.

Legitimasi untuk Tujuh Fungsi Utama

Forum Kolaborasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (selanjutnya disebut Forum Gambut) melembagakan koordinasi yang selama ini tidak memiliki dasar hukum formal.  Sebelum SK ini terbit, koordinasi antarpihak dalam pengelolaan gambut di Banyuasin berjalan ad hoc dan bergantung pada inisiatif masing-masing pihak, tanpa mekanisme yang mengikat.

Dengan SK Bupati, Forum Kolaborasi Gambut kini memiliki dasar hukum untuk menjalankan tujuh fungsi utama: menyusun rencana aksi, memfasilitasi pembinaan dan edukasi masyarakat, mengoordinasikan sinergi program pemanfaatan dan pengendalian gambut, memberikan asistensi teknis, melakukan monitoring dan evaluasi, menyusun laporan berkala, serta menjalankan tugas lain sesuai peraturan yang berlaku.

Forum ini juga berfungsi sebagai instrumen pendukung bagi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Banyuasin, memastikan dokumen strategis tersebut tidak berhenti sebagai naskah perencanaan dengan mengawal implementasinya di lapangan.

Selain itu, forum ini membuka pintu masuk legal bagi kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya pengelolaan dan perlindungan gambut di Banyuasin.

Lokakarya atau pertemuan multipihak (pemerintah daerah, akademisi, swasta, masyarakat) dalam proses pembentukan forum.

Selaras dengan Tiga Pilar Land4Lives

Landscape Alliance (nama operasional CIFOR dan ICRAF) berperan sebagai fasilitator teknis dan katalisator dalam proses pembentukan forum ini—bagian dari program riset-aksi Land4Lives yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kanada. Perannya mencakup penyediaan data dan analisis lanskap gambut, fasilitasi dialog multipihak melalui lokakarya partisipatif, serta pendampingan teknis dalam merumuskan struktur, tugas, dan mekanisme kerja forum agar sesuai kebutuhan lokal.

Landscape Alliance juga berperan menjembatani kepentingan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, pihak swasta, akademisi, dan masyarakat, agar proses pembentukan forum berjalan partisipatif dan mencerminkan komitmen bersama, bukan sekadar dokumen administratif.

Pembentukan forum ini selaras dengan tiga pilar utama program Land4Lives (Sustainable Landscapes for Climate-Resilient Livelihoods in Indonesia) di Sumatera Selatan, yakni penghidupan dan ketahanan pangan, pengelolaan dan tata kelola lanskap, serta mitigasi perubahan iklim.

Pada aspek tata kelola lanskap, forum ini merupakan wujud konkret dari upaya membangun mekanisme koordinasi multipihak yang selama ini menjadi fokus kerja Land4Lives di ekosistem gambut Banyuasin. Forum memberi ruang formal bagi pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan warga untuk merumuskan serta mengimplementasikan arah pengelolaan gambut secara terintegrasi.

Pada aspek mitigasi perubahan iklim, forum menjadi kanal kelembagaan untuk menerjemahkan target mitigasi iklim pemerintah Indonesia melalui implementasi RPPEG Banyuasin, mengingat program-program di dalamnya dirancang untuk mendukung mitigasi perubahan iklim secara langsung.

Sementara pada aspek penghidupan dan ketahanan pangan, forum berpotensi menjembatani inisiatif berbasis masyarakat, seperti praktik pertanian cerdas iklim, pemberdayaan kelompok tani perempuan, dan hilirisasi produk masyarakat di lahan gambut, dengan kebijakan kabupaten yang lebih luas, sehingga manfaat ekonomi dari pengelolaan gambut yang baik dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang bergantung padanya.

Aktivitas masyarakat di lahan gambut, misalnya kelompok tani perempuan atau praktik pertanian cerdas iklim.

Lima Langkah Prioritas ke Depan

Setelah SK ditetapkan, tantangan berikutnya adalah operasionalisasi forum secara nyata. Ada lima langkah prioritas yang perlu ditempuh: penyusunan rencana aksi tahunan yang konkret dan terukur; penguatan kapasitas kelembagaan forum melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan; integrasi forum dengan implementasi RPPEG Banyuasin; pembangunan mekanisme pendanaan berkelanjutan agar forum tidak bergantung sepenuhnya pada dukungan proyek eksternal yang bersifat terbatas waktu; serta penguatan pelibatan masyarakat lokal secara substantif, bukan hanya simbolis, dalam setiap tahap perencanaan dan monitoring-evaluasi.

Dengan langkah-langkah tersebut, Forum Kolaborasi Gambut Kabupaten Banyuasin diharapkan dapat tumbuh menjadi kelembagaan yang solid dan adaptif, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem gambut dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung padanya.

—-

Editor: Pijar Anugerah

Tentang Land4Lives

Land4Lives (Lahan untuk Kehidupan) adalah program kerja sama pembangunan antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, pengelolaan bentang lahan yang peka gender, dan penghidupan berketahanan iklim, khususnya bagi kelompok rentan termasuk perempuan dan anak perempuan, di tiga provinsi: Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Tentang Landscape Alliance

Landscape Alliance mengubah ilmu pengetahuan menjadi aksi, membuka potensi pepohonan, hutan, dan lanskap agroforestri untuk meningkatkan kesehatan planet dan kesejahteraan manusia.

Landscape Alliance adalah nama operasional dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan International Centre for Research on Agroforestry (ICRAF). CIFOR dan ICRAF adalah organisasi internasional independen dan pusat riset CGIAR. Landscape Alliance melaksanakan program Land4Lives bekerja sama dengan pemerintah daerah di tiga provinsi program berlangsung.