Bone Sepakati Pengelolaan Berbasis Lanskap dalam Rencana IAD Berbasis Perhutanan Sosial

Watampone — Sekitar 60 peserta perwakilan unsur pemerintah, kelompok usaha perhutanan sosial, akademisi, dan sektor swasta di Kabupaten Bone menyepakati langkah bersama dalam pengelolaan lanskap di kabupaten tersebut, menandai satu tahap penting dalam proses penyusunan rencana Integrated Area Development (IAD) berbasis perhutanan sosial.

Kesepakatan itu dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani di penghujung Konsultasi Publik yang berlangsung di Hotel Helios Bone, Watampone, Selasa (14/7). Pemerintah Kabupaten Bone menyelenggarakan konsultasi ini bersama Landscape Alliance (nama operasional CIFOR dan ICRAF), sebagai bagian dari proyek riset-aksi Land4Lives yang dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Kanada.

Konsultasi Publik menjadi ruang bagi para pihak untuk memberi masukan atas rancangan awal IAD, yang mencakup enam klaster pengembangan di Kabupaten Bone, yaitu klaster konservasi dan restorasi ekosistem alami, rehabilitasi dan pemulihan DAS, jasa lingkungan dan pengembangan ekowisata, optimalisasi potensi HHBK, pengembangan agroforestri dan komoditas unggulan, serta agrosilvofishery yang dilengkapi dengan strategi pelaksanaannya. Salah satu poin penting dari IAD adalah mengintegrasikan program pada tingkat desa, kabupaten, provinsi hingga pusat.

Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menyampaikan bahwa konsultasi ini menjadi penanda arah pembangunan daerah. “IAD penting untuk mendukung pengembangan investasi tanpa merusak lingkungan. Pengelolaan bentang alam dengan skema perhutanan sosial juga dapat menjadi salah satu cara untuk memitigasi bencana alam,” ujarnya dalam pidato sambutan.

Kepala Bappeda Kabupaten Bone Muh. Yusuf, selaku ketua tim penyusun IAD Bone, menambahkan bahwa dokumen IAD mendukung percepatan akses kelola kawasan hutan dengan perhutanan sosial, serta peningkatan skala ekonomi dan nilai tambah komoditas. Jika terwujud, itu akan memudahkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga tutupan hutan.

Prioritas komoditas dan strategi pelaksanaan

Sesi utama kegiatan diisi diskusi kelompok terfokus (FGD), yang membagi peserta menjadi beberapa kelompok berdasarkan klaster untuk membahas rencana pengelolaan masing-masing klaster secara lebih rinci. Pada sesi ini, setiap kelompok membahas prioritas komoditas yang akan dikembangkan, area yang potensial untuk dikembangkan, serta kendala dalam pengembangan komoditas saat ini.  Selain itu, pada setiap strategi pelaksanaan juga diidentifikasi penanggung jawab utama, perhitungan biaya, dan sinergi dengan program pemerintah.

Jusman, perwakilan Kelompok Tani Hutan Sipakario, menceritakan pengalamannya dalam mengelola perhutanan sosial dalam FGD. “Kami mendapatkan banyak manfaat dari mengelola hutan (PS) dengan agroforestri jambu mete dan jagung. Dengan adanya IAD, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat seperti ini,” ujarnya.

Perwakilan sektor swasta turut memberi masukan dari sudut pandang masing-masing. Ketua KADIN Bone, Muh. Alimin Arifin, S.E., menyambut baik IAD ini karena dari sisi pihak swasta sangat memerlukan data potensi ekonomi di Kabupaten Bone. Sementara Direktur Bank Sulselbar Cabang Utama Bone, Muhammad Anas, menyampaikan bahwa mereka mempunyai Rencana Bisnis yang bernama Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan dengan target penyaluran kredit hijau 20% per tahun, sehingga akan sangat mendukung pendanaan IAD ini. Adapun Bank Sulselbar siap mendukung pengembangan UMKM di area perhutanan sosial.

Hasil dari sesi ini akan menjadi bahan penyempurnaan rancangan IAD sebelum disusun menjadi rencana induk dan peta jalan yang lebih matang. Pemerintah Kabupaten Bone berencana mengintegrasikan rencana ini ke dalam dokumen perencanaan pembangunan formal daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Membangun Ketangguhan Iklim

Engagement and Partnership Officer dari Landscape Alliance, Ira Ratna Sari, mengatakan IAD adalah upaya penting untuk membangun ketangguhan iklim di daerah. “Di dalam IAD kita mencoba untuk membangun upaya pengelolaan bentang lahan berkelanjutan melalui Perhutanan Sosial yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Kawasan hutan mencakup 27,6 persen dari total luas Kabupaten Bone, menjadikan pengelolaan lanskap yang terintegrasi sebagai isu strategis bagi daerah ini. Melalui pendekatan IAD berbasis perhutanan sosial, pemerintah daerah menargetkan penguatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan melalui percepatan akses pengelolaan kawasan hutan melalui perhutanan sosial, serta mendorong kelompok-kelompok usaha perhutanan sosial meningkatkan skala ekonomi dan nilai tambah produk mereka.

Komitmen bersama dan langkah selanjutnya

Penandatanganan Berita Acara di akhir acara menjadi penanda komitmen bersama para pihak untuk menindaklanjuti proses ini, yang diwakili oleh KPH Cenrana, KPH Ulubila, Kelompok Kerja Bentang Lahan, Tim Penyusun IAD Kabupaten Bone, dan Pemerintah Kabupaten Bone.  

Pasca konsultasi publik, Tim Penyusun IAD akan bersama-sama memfinalisasi dokumen agar dapat segera disahkan oleh Bupati Bone dan dilaporkan kepada Menteri Kehutanan RI dengan ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Sulawesi Selatan. Setelah itu, IAD dapat dilaksanakan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dari tingkat desa hingga nasional.

Editor: Pijar Anugerah

Tentang Land4Lives

Sustainable Landscapes for Climate Resilient Livelihoods (Land4Lives), atau Lahan untuk Kehidupan, adalah program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, pengelolaan bentang lahan yang peka gender, dan penghidupan berketahanan iklim, khususnya bagi kelompok rentan termasuk perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Land4Lives bekerja di tiga provinsi yang mewakili keragaman bentang lahan di Indonesia: Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Tentang Landscape Alliance

Landscape Alliance adalah nama operasional dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan International Centre for Research on Agroforestry (ICRAF). CIFOR dan ICRAF adalah organisasi internasional independen dan pusat riset CGIAR. Landscape Alliance mengubah ilmu pengetahuan menjadi aksi, membuka potensi pepohonan, hutan, dan lanskap agroforestri untuk meningkatkan kesehatan planet dan kesejahteraan manusia.